Pencak silat sebagai sarana menuju kebaikan dan keburukan

|

Pencak silat sebagai sarana menuju kebaikan dan keburukan

Sungguh unik beladiri pencak silat ini dari berbagai aliran yang ada. Dari aliran tersebut ada yang baik dan ada yang buruk,dari yang lurus sampai yang sesat. Tidak sedikit pendekar yang salah masuk “sarang”. Akibat nya banyak yang sesat,namun ada juga yang sangat pandai memilih “sarang” sehingga menjadi orang yang selalu di ridhoi oleh Allah SWT.

Pencak silat Indonesia ini memiliki kekhasan , misalnya; dari segi gerakan beladiri itu sendiri, tenaga dalam bahkan sampai pada tradisi atau ritual yang ada dari masing-masing perguruan pencak silat itu sendiri. Nah , yang kita masalahkan bukan gerakan atau tenaga dalam, melainkan cara mendapatkannya yang erat kaitannya dengan tradisi dan ritualnya.

Sebagian besar tradisi dan ritualnya sudah tidak bisa mengikuti perkembangan zaman dan tidak sesuai dengan syari’at agama khususnya syari’at Islam.

Saya akan membahas masalah tradisinya yang tidak sesuai dengan syari’at Islam , yang berbau syirik misalnya, menggunakan zimat-zimat yang merupakan cerminan dari kebiasaan generasi masa jahiliyah yang merupakan tipu muslihat dari Iblis dan pengikutnya(Dajjal). Sungguh memang jika perguruan pencak silat tempat ada menimba ilmu mengandung syirik , lebih baik anda meninggal perguruan tersebut sebelum anda terjerumus terlalu jauh kedalam jurang kesesatan, dan jika anda masih ingin berguru, carilah perguruan yang sesuai dengan syari’at Islam.

Saya mengutip salah satu ayat dalam Al-Qur’an :

Kitab[11] (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa[12], (QS.Al-Baqarah:2)

(yaitu) mereka yang beriman[13] kepada yang ghaib[14], yang mendirikan shalat[15], dan menafkahkan sebahagian rezki[16] yang Kami anugerahkan kepada mereka. (QS.Al-Baqarah:3)

Pada ayat diatas tertulis bahwa kita harus beriman kepada yang gaib, tetapi masalahnya gaib yang bagaimana yang harus kita ikuti? Sebelum kita menjawab pertanyaan itu maka ada baik nya kita memahami apa itu ”Gaib”. Gaib ada dua macam, yaitu; gaib yang baik yang sudah jelas itu adalah Allah SWT,dan para malaiktullah. Sedangkan gaib yang buruk adalah Iblis,jin dan syetan.

Kita ambil contoh, banyak perguruan atau aliran pencak silat yang melakukan semedi/pertapaan/ritual yang tidak sesuai dengan syari’at Islam,yang sudah dapat dipastikan menyembah selain Allah,mereka kebanyakan mendapat kesaktian dari perbuatan-perbuatan dosa yang mereka lakukan,Nauzubillah.

Dari uraian singkat di atas kita sudah bisa menjawab gaib yang mana yang harus kita ikuti, yakni Allah SWT. Perlu diingat bahwa segala sesuatu yang buruk pada dasar nya akan kalah pada sesuatu yang baik. Mudah-mudahan kita termasuk ke dalam orang-orang yang selalu di ridhoi oleh Allah SWT. Amin.

0 komentar:

Poskan Komentar